Selasa, 02 November 2021
Senin, 18 Oktober 2021
Oktober 18, 2021
Kabar MEAKA
Binongko, Boke, Ekoomi, Kaledupa, Kaledupa Selatan, Tenun, Togo Binongko, Tomia, Tomia Timur, Wakatobi, Wangi-Wangi, Wangi-Wangi Selatan
No comments
Tenunan dengan Motif Boke (Ikat) merupakan produk tenunan yang paling rumit proses produksinya. Karena para penenun harus mengikat terlebih dahulu sebagian bahan baku benangnya lalu diwarnai sesuai dengan yang dikehendaki. Dalam jangka waktu tertentu biasanya sampai satu minggu baru bisa dilakukan proses selanjutnya. Proses menenunnya pun harus lebih teliti untuk menentukan bentuk motif bokenya.
Saat ini, produk dengan Motif Boke merupakan produk tenun unggulan dan banyak dicari para pembeli, baik lokal maupun dari luar daerah Wakatobi termasuk para wisatawan. Motif ini juga banyak dijadikan sebagai cendramata bagi tamu-tamu pemerintah daerah. Karena rumitnya proses tenunan motif ini, maka harganyapun berkisar antara Rp.400.000 hingga jutaan ribu rupiah.
Tenunan dengan Motif Boke di Wakatobi memiliki banyak jenis. Setiap pulau besar di Wakatobi memilik ciri khas Boke yang dihasilkan. Di Pulau Binongko, selain menghasilkan boke yang disebut dengan Boke Biasa, tetapi juga menghasilkan Boke yang menjadi ciri khasnya adalah apa yang disebut dengan Boke Tamba.
Disebut dengan Boke Tamba karena bentuk warna bokenya adalah menyerupai tanda tamba dalam simbol matematika.
Boke yang lebih rumit adalah Boke mengkombinasikan Boke Biasa dengan Boke Tamba dengan warna dasar hitam, sementara bokenya berwarna putih.
Ciri khas boke yang lain ditemukan di Pulau Tomia mengambil motif lejja kemudian ditambahkan boke diantara warna lejja.
Sementara tenunan dengan Motif Boke dengan warna-warna yang lebih terang ditemukan di Pulau Kaledupa, khususnya di Pajam.
Boke Kaledupa dengan empat jenis warna dasar, yaitu biru dengan boke putih dan hitam, warna dasar hijau dengan warna boke kuning dan hitam, warna dasar hitam dengan warna boke merah, dan warna dasar hitam dengan warna boke kuning
Ditemukan jenis boke lain yang diproduksi di Pajam Kaledupa yaitu disebut Boke PAA Airlangga. Jenis boke tersebut dengan warna dasar ungu dan bokenya hitam dan putih.
Seperti halnya di tiga pulau yang telah dijelaskan, maka di Pulau Wangi Wangi juga memiliki ciri khas tenunan motif boke tersendiri yang sangat berbeda dengan di tiga pulau lainnya. Boke yang ada di pulai ini disebut dengan Sobi.
Motif Boke ini memiliki warna dasar hijau dengan boke berwarna putih dan kuning.
Sama dengan di tiga pulau lainnya, bahwa harga yang ditawarkan relatif sama yaitu berkisar antara Rp.400.000 sampai dengan jutaan.
Jumat, 15 Oktober 2021
Oktober 15, 2021
Kabar MEAKA
Ekonomi, Tenun, Wakatobi, Wangi-Wangi, Wangi-Wangi Selatan, Wisata
No comments
Jumlah penenun yang aktif di Wangi-Wangi adalah sebagai berikut:
Tabel di atas memperlihatkan bahwa jumlah penenun di Wangi-Wangi 35 orang.
Jumlah penenun di Wilayah merupakan yang paling sedikit dibanding tiga wilayah lainnya yaitu Kaledupa, Tomia dan Binongko.
Hal ini dapat disebabkan karena Wangi-Wangi merupakan ibu kota Kabupaten yang menjadi pusat adminstrasi, pendidikan dan perdagangan, sehingga terbuka lapangan kerja yang banyak bagi kaum wanita, seperti menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara), dan wira usaha disektor perniagaan.
Kondisi dapat menjadi menyebab kaum wanita di Wangi-Wangi kurang tertarik pada pekerjaan atau kegiatan menenun.
Sumber: Dokumen Studi Peningkatan Daya Saing Tenunan Lokal Di Kabupaten Wakatobi, 2018
Senin, 11 Oktober 2021
Minggu, 10 Oktober 2021
Jumat, 01 Oktober 2021
Oktober 01, 2021
Kabar MEAKA
Binongko, Bukit, Dataran Tinggi, Kaledupa, Tomia, Wakatobi, Wangi-Wangi
No comments
Topografi kawasan daratan Wakatobi sangat bervariasi, terdiri dari dataran hingga perbukitan rendah dengan jenis tanah yang juga bervariasi antara lain tanah lempung, pasir putih dan kapur.
Dataran tertinggi di kawasan ini tercatat berada di Wangi-wangi dengan ketinggian 274 meter di puncak Waboe-Boe. Selain itu terdapat pulau bukit Lagole di Tomia (271 m), bukit Terpadu di Binongko (222 m) dan bukit Pangilia di Kaledupa (203 m).
Topografi perairannya secara umum datar hingga curam dengan kedalaman dangkal sekitar 2 meter di atas permukaan air laut,dan titik terdalam sekitar 1.404 meter di bawah permukaan air laut.
Pulau-pulau yang berada di kawasan Kepulauan Wakatobi seluruhnya berjumlah empat puluh tiga (43) buah ditambah dengan tiga (3) gosong dan lima (5) atol.
Selain empat pulau utamanya, hanya sebagian kecil pulau-pulau lainnya yang berpenghuni. Sementara itu terumbu karangnya terdiri dari karang tepi (fringing reef), gosong (patch reef) dan atol.
Kamis, 30 September 2021
September 30, 2021
Kabar MEAKA
Puncak, Waginopo, Wangi-Wangi, Wisata
No comments
Puncak Waginopo merupakan salah satu objek wisata dataran tinggi.
Dari atas puncak ini, para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam, dan areal perkebunan penduduk yang ditanami beberapa tanaman seperti mete, singkong, kacang.
Di samping itu juga wisatawan dapat menikmati panorama laut dan matahari terbenam (Sunset).
Puncak Waginopo terletak di Desa Waginopo Kecamatan Wangi-Wangi. Jarak ± 1,5 Km dari pusat kota, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Rabu, 29 September 2021
September 29, 2021
Kabar MEAKA
100 Mata Air, Moli'i Sahatu, Wangi-Wangi, Wisata
No comments
Pantai Moli’i Sahatu merupakan salah satu pantai yang indah di
Kabupaten Wakatobi.
Disebut Molii Sahatu, berasal dari kata Molii dalam
bahasa daerah setempat berarti mata air, sedang Sahatu berarti seratus.
Pantai ini mempunyai keunikan, yakni terdapat ± seratus mata air yang
muncul dari dasar laut, meskipun keluar dari dasar laut, namun airnya, tetap
terasa tawar.
Pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih, yang bersih. Selain itu,
terdapat beberapa tumbuhan seperti tanaman kelapa (Scaevola.sp).
Pantai Moli’i Sahatu terletak di Desa Patuno Kecamatan Wangi-Wangi,
dengan jarak tempuh ± 10 Km dari pusat kota. Untuk menuju ke Pantai ini
dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
September 29, 2021
Kabar MEAKA
Bawah Laut, Wangi-Wangi, Wisata
No comments
Menurut informasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wakatobi,
di sekitar Wangi Wangi dan Karang Kapota tercatat 20 titik penyelaman yang
sudah ditemukan.
Titik selam tersebut sebagian besar tersebar di bagian
utara dan barat perairan pulau Wangi Wangi yang mempunyai tipe rataan
terumbu karang ‘reef plate” dan ‘drop off’.
Sementara untuk kegiatan
snorkeling dapat dilakukan di tepian ‘drop off’ seperti di Waha yang memiliki
keanekaragaman ikan cukup tinggi.
Berdasarkan wawancara dengan
pengelola Waha Tourism Center (WTC) dan pemandu selam, secara
geografis dan kondisi perairan di lokasi tersebut cocok sebagai lokasi tempat
memijah untuk jenis ikan karang tertentu seperti kerapu; walaupun kawasan
bukan merupakan fish spawning aggregation site dari identifikasi taman
nasional.
Untuk potensi wilayah daratan, Wangi-wangi merupakan pintu masuk utama untuk melakukan
perjalanan wisata di Wakatobi.
Hal ini dikarenakan ketersediaan transportasi
udara yang menghubungkan Wakatobi dengan daerah lain terdapat di pulau Wangi-wangi.
Selain ketersedian bandara sebagai tempat transportasi
dipulau ini juga mempunyai fasilitas serta infrastruktur yang memadai dan
lebih berkembang dari pulau yang lain, dikarenakan Wangi-wangi
merupakan ibu kota Kabupaten Wakatobi.
Pulau Wangi-wangi memiliki
potensi daya tarik wisata baik pantai, danau, gua maupun puncak (dataran
tinggi).
Pantai di pesisir pulau Wangi-wangi memiliki pasir yang berwarna
putih dan halus, selain itu dari beberapa pantai yang terdapat di Wangiwangi juga bisa menikmati sensasi matahari terbit dan terbenam yang
indah.
Pantai yang umum dikunjungi oleh wisatawan di pulau Wangi-wangi
antara lain adalah pantai Cemara/ Oa Yi Ogu, pantai Matahora, pantai
Tompu One Patuno, Pantai Sousu.
Selain pantai ini terdapat beberapa pantai
yang memiliki hamparan pasir putih antara lain Pantai Molii Sahatu, Kaluku
Kapala/Hugua, Oa Warinsi, Dongkala, Roda/Sahara, Topakula/Bayangkara,
Onelonge, Topanuanda, Butu, One Satanda, Oa Mélanga, Kolo, Watu
Posunsu, Bontu, Melai One, Ponta, Oa Yi Ogu/Cemara, Wambulinga, Yija La
Iyai, One Satanda Waha, Tengko dan Onowa.
Selain pantai yang memanjang dan berpasir putih, pulau Wangi-wangi
juga memiliki gua serta sumber mata air atau masyarakat menyebutnya
Topa (sumber mata air gua).
Sumber mata air ini sering dimanfaatkan oleh
penduduk sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti untuk
mandi dan mencuci. Jika dilihat dari ketinggian, pulau wangi-wangi memiliki
dataran tinggi atau puncak.







