Benteng Kamali merupakan sebuah benteng tua yang didirikan pada masa Kerajaan
Tobelo di Maluku masih berkuasa.
Dahulu benteng ini dijadikan sebagai
pusat pertahanan dari serangan orang – orang Tobelo yang masih Nasrani.
Benteng ini terdapat di dusun Palea Desa Pajam dan kondisinya masih
bagus. Dapat di tempuh dengan kendaraan roda dua sekitar 9 km dari
Ambeua.
Benteng ini berbentuk luasan persegi dengan ukuran luas 20 x 50
meter. Hal – hal yang unik dan menarik dari benteng ini adalah disusun
dari batu – batu alam tanpa perekat, Lawa (pintu masuk) yang belum
mengalami perubahan sejak pertama kali dibangun.
Di dalam benteng
terdapat kuburan tua serta lubang kecil tempat memasukkan uang bagi
setiap pengunjung serta adab melewati kawasan benteng dimana setiap
orang tidak diperkenankan memakai payung.
Senin, 27 September 2021
September 27, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Kaledupa, Kamali, Pajam, Wisata
No comments
Minggu, 26 September 2021
September 26, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Kaledupa, Pajam, Tobelo, Wisata
No comments
Benteng ini didirikan pada masa kerajaan Tobelo di Maluku masih
berkuasa.
Dahulu benteng ini berfungsi untuk menutupi jalan masuk ke
benteng utama (Benteng Kamali) dari pandangan para pendatang (orang
Tobelo yang beragama Nasrani) sekaligus sebagai tempat pengintaian.
Benteng ini terletak di dusun Palea, Desa Pajam. Dapat ditempuh dengan
kendaraan roda dua sekitar 9 km dari Ambeua. Bentuknya memanjang
dengan ukuran 20 x 50 meter.
Sampai sekarang kondisi benteng cukup
bagus. Hal yang unik dan menarik dari benteng ini adalah bentuknya yang
berbeda dengan benteng lain pada umumnya (pintu masuk berbeda dengan
benteng - benteng lainnya).
Benteng Tobelo ini juga memiliki sebuah
lubang yang dahulu dipakai oleh prajurit untuk mengintai kapal – kapal
yang datang.
Sabtu, 25 September 2021
September 25, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Patua, Tomia, Wisata
No comments
Benteng Patua berada di Desa Patua II Kecamatan Tomia. Jaraknya dari Desa Patua II 100 meter.
Lokasinya berada di perbukitan. Jalan masuknya berukuran 9000 cm, lalu belok dan jalanan rata yang berukuran 3500 cm. Kemudian menaiki tangga pendakian 3000 cm.
Sesampai di atas ada Lawa Liku Mbua di 05° 43.830’ LS dan 123°55. 679’ BT, lebarnya 220 cm, tebal 330 cm, dan tinggi 270 cm.
10 meter dari Lawa Liku Mbua menuju sebelah utara terdapat Lawa Ngkiao di 05° 45.727’ LS dan 123°40.821’ BT dengan tinggi 200 cm, lebar 106 cm, dan tebal 110 cm. Di sini ada juga lobang pengintaian.
Selanjutnya menuju ke bagian tengah akan menemukan jalanan rata 3500 cm, lalu pendakian 1500 cm. Di atas pendakian ada Kuburan Tua di 05° 43.809’ LS dan 123°55. 639’ BT dengan panjang 340 cm, lebar 250 cm, tinggi 170 cm berbahan batu kapur.
Selanjutnya ada bekas mesjid di 05° 43.811’ LS dan 123°55. 649’BT, lebarnya 830 cm, tinggi 260 cm, panjang 1430 cm, terbuat dari batu gunung dan batu kapur.
Di samping mesjid ada kuburan tua di 05° 43.820’ LS dan 123°55. 643’ dengan panjang 125 cm, lebar 157 cm, tinggi 49 cm. Di belakang mesjid ada jamban batu, yang disebut Jamba Katepi, lalu ada Lelea (Jalan seperti terowongan).
Benteng Patua merupakan salah satu benteng pertahanan dari musuh saat penjajahan Belanda.
Kondisi benteng saat ini cukup terawat dan sudah dilakukan upaya rekonstruksi.
Gerbang pintu masuk dibuat dengan cukup megah dan dilengkapi dengan lahan parkir kendaraan yang luas. Dari lokasi benteng ini dapat disaksikan hamparan panorama laut Banda yang cukup indah.
September 25, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Encik Sulaiman, Kahianga, Suo-Suo, Tomia Timur, Wisata
No comments
Benteng Suo-Suo berada dibelakang Moori tepatnya di 05° 45.290’ LS dan 123°56. 928’ BT.
Di sini terdapat pintu masuk yang disebut Lawa 1 berukuran panjang 400 cm, tinggi 240 cm,tebal 700 cm dan lebar 200 cm. Kemudian Lawa 2 di 05° 45.295’ LS dan 123°56. 908’ BT.
Lawa ini berukuran panjang 400 cm, tinggi 240 cm, tebal 700 cm, lebar 200 cm. Lalu Lawa 3 di 05° 45.254’ LS dan 123°56. 897’ BT.
10 meter dari lawa ini ada bekas mesjid yang masih ada batu fondasinya tepatnya di 05° 45.256’ LS dan 123°56. 883’ BT yang panjangnya 1000 cm, lebar 1000 cm.
Benteng Suo-Suo merupakan benteng tua di Pulau Tomia di mana di dalamnya terdapat kuburan penyiar agama Islam di Pulau Tomia yang bernama Sibatara (Encik Sulaiman).
Jumat, 24 September 2021
September 24, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Rambi Randa, Tomia Timur, Wawotimu, Wisata
No comments
Salah satu obyek wisata unggulan di Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur adalah Benteng Rambi Randa.
Benteng Rambi Randa adalah salah satu benteng tua yang ada di Desa Wawotimu.
Hal yang menarik dari Benteng Rambi Randa adalah ketika kita berada di dalamya terdapat bekas masjid dan yang tertinggal hanyalah fondasinya yang berasal dari susunan batu yang rapi, dari atas fondasi tersebut kita dapat melihat keindahan laut dan pemandangan di sekelilingnya yang seakan menggoda iman untuk tetap berlama-lama di sana.
Keindahan panorama alam ketika kita berada di dalam benteng merupakan pengalaman tersendiri bagi pengunjung karena di sana kita dimanjakan dengan terbentangnya pepohonan yang rindang beserta keindahan sore hari jelang menanti tenggelamnya matahari di ujung barat Pulau Lente'a.
Salah satu momen terindah saat mata memandang ketika masih berada di benteng adalah membuat hati merasa tenang, tenteram, aman dan damai.
Benteng Rambi Randa itu, nama aslinya adalah Benteng La Gole.
Jaraknya 4 Kilometer dari Desa Wawotimu Kecamatan Tomia Timur.
Posisi
benteng berada di titik 05° 45.641’ LS dan 123°57. 805’ BT. Tinggi
dindingnya 214 cm.
Di sini juga terdapat 5 Lawa atau pintu masuk yaitu
Lawa Kampo Bua, Lawa Tano, Lawa Rambi Randa, Lawa Tiroau, Lawa Dopi.
Lawa Kampo Bua, tingginya 192 cm, tebal 70 cm, lebar 90 cm.
Posisinya
ada di koordinat 05° 45.641’ LS dan 123°57. 805’ BT.
Sabtu, 18 September 2021
September 18, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Binongko, Oihu, Wisata
No comments
Benteng Oihu jaraknya dari Desa Oihu (05°58.655” LS & 124°01.982”
BT), kurang lebih 3 Kilometer.
Ini merupakan perkampungan tua bagi
warga Desa Oihu. Di dalam benteng terdapat Kuburan Tua, Rumah
Panggung tempat peristirahatan, 7 Lawa (Pintu batu), batu fondasi mesjid,
serta ada satu tiang kayu mesjid yang masih berdiri kokoh, saat ini sudah
diatapi dan dikeramatkan tiang tersebut oleh warga setempat.
Di sekitar benteng ini ada sumber air bersih yang ada dalam gua, dan
menjadi sumber air minum bagi desa tetangga seperti Haka, Wali dan
lainya.
Sumber: Data Potensi dan Data Daya Dukung Kawasan Ekosistem (SKPD Bagian Administrasi ESDA, 2014)
September 18, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Binongko, Palahidu, Waloindi, Wisata
No comments
Benteng Palahidu ada di 05°53.348” LS & 124°00.465” BT. Jaraknya
dari jalan raya sekitar 45 Meter.
Benteng Palahidu berasal dari kata Pala
yang berarti telapak kaki Kapitan Waloindi (Sang Pemimpin di Binongko
yang berjuang melawan Kerajaan Buton), Hidu berasal dari kata hidup
berarti hayat.
Di Benteng ini masih terdapat Pintu Batu yang disebut Lawa mengarah
ke laut. Di samping Lawa terdapat benteng. Masih ada situs batu fondasi
mesjid dan kuburan tua.
Benteng ini merupakan perkampungan tua dari
warga Palahidu. Konon warga Palahidu yang sekarang ini berasal dari
Benteng ini, mereka meninggalkan benteng karena ada wabah penyakit
yang membahayakan warga akhirnya mereka pindah ke tempatnya yang
sekarang.
Akhirnya menjadi satu desa yaitu Palahidu Barat.
Sumber: Data Potensi dan Data Daya Dukung Kawasan Ekosistem (SKPD Bagian Administrasi ESDA, 2014)
September 18, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Binongko, Palahidu, Watiua, Wisata
No comments
Benteng Watiua berada di Kelurahan Palahidu Kecamatan Binongko.
Jaraknya sekitar 3 Kilometer. Letak geografisnya berada di 05° 55. 568’ LS
dan 124° 01. 133’ BT.
Jalanan menuju lokasi benteng masih berbatu.
Lokasi benteng itu berada di daerah ketinggian. Untuk sampai ke benteng
melewati enam kali pendakian di bukit batu. Begitu pula saat menuju lokasi
benteng harus mendaki beberpa bukit batu, pada pendakian pertama 3630 cm.
Di atas pendakian I ini menemukan susunan batu yang dulunya
dijadikan sebagai Pos Jaga tepat pada titik 05° 54. 513’ LS dan 124° 01.
139’ BT. Kurang lebih 100 80 meter dari pos Jaga ada Topa Hangku yang
dulu digunakan sebagi tempat mandi.
Di sebelah kiri Lawa ini ada 41 guci
kuno yang masih utuh digunakan untuk menampung air hujan sebagi air
minum. Setiap mulut guci dipasangi sebuah bambu yang sudah dibelah
agar air hujan yang menetes bisa langsung masuk ke guci. Cara
menampung air seperti itu masyarakat setempat meyebutya Simbu atau
Sooha.
Sumber: Data Potensi dan Data Daya Dukung Kawasan Ekosistem (SKPD Bagian Administrasi ESDA, 2014)
Jumat, 17 September 2021
September 17, 2021
Kabar MEAKA
Baluara, Benteng, Binongko, Pertanian, Wakatobi, Wisata
No comments
Benteng Baluara terdapat di Desa Taipabu Kecamatan Togo Binongko,
Kabupaten Wakatobi. Letak geografisnya berada di 05° 55.860’ LS dan
123°58.302’ BT.
Di bawah benteng tepatnya 5 meter terdapat Topa Kaluku
yang konon dijadikan sebagai tempat bagi warga benteng untuk mengambil
air minum dengan titik koordinat 05°55.796’ LS dan 123°58.312’ BT.
Dengan lebar mulutnya 320 cm, panjang 330 cm, dan dalamnya 290 cm.
Jarak dari Desa Taipabu 5 Kilometer, namun dari jalan raya 80 meter.
Jalanan masuk ke benteng melewati kebun ubi kayu warga setempat.
Kemudian menaiki beberapa tangga batu yaitu tangga I 2700 cm, tempat
yang rata (datar) pertama ukuranya 4500 cm, tangga 2 2025 cm, datar 2
1350 cm,tangga 3 2030 cm. Lalu menemukan Lawa I (Pintu Masuk I) pada
titik 05°55.857’ LS dan 123° 53.303’ dengan lebar 180 cm, tinggi 250 cm,
dan tebal 300 cm.
Sementara dinding benteng berukuran tebal 150 cm dan tinggi 170
cm. Di sebelah timur terdapat Lawa 2 di 05°55.868’LS dan 123°58.321’ BT
ukuranya lebar 140 cm, tinggi 220 cm, tebal 190 cm.
Lalu di sebelah barat
terdapat Lawa 3 yang berada di 05°55.922’ LS dan 123°58.272’BT dengan
ukuran tinggi 180 cm, lebar mulut pintu 140cm, tebal 290 cm. Untuk Lawa
ke 4 berada di sebelah selatan kurang lebih 1 Kilometer dari Lawa 3
ukuranya juga sama.
Sumber: Data Potensi dan Data Daya Dukung Kawasan Ekosistem (SKPD Bagian Administrasi ESDA, 2014)
September 17, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Binongko, Perikanan, Wisata
No comments
Benteng Tadu terletak di Desa Haka, Kecamatan Togo Binongko
Kabupaten Wakatobi. Letak geografisnya berada pada titik koordinat 06°
01.729’ Lintang Selatan (LS) dan 124°02.524’ Bujur Timur (BT). Jarak
dari Desa Haka kurang lebih 5 Kilometer.
Sementara jarak dari jalan ke
benteng kurang lebih 80 meter. Kondisi benteng telah banyak dipadati
tumbuhan semak belukar sehingga situs-situs sulit terlihat. Tangganya
masih terbuat dari susunan batu. Begitu pula jalan di sana masih dalam
tahap pengerasan (masih berbatu).
Untuk mengelilingi benteng ini
sebaiknya di pagi hari atau sore hari.
Benteng tersebut terdiri dari susunan batu gunung berwarna hitam
dan batu karang yang telah membatu. Memiliki dua pintu masuk yang
bersusun. Pintu masuk ini bisa disebut lawa. Lawa I tingginya 200 cm, tebal
250 cm, dan lebarnya 180 cm.
Lawa ini berada pada titik 06°01.717’ LS
dan 124°02.544’BT. Kemudian Lawa II ukuranya sama dengan Lawa I
berada di 06°01.715’ LS dan 124°02.552’BT.
Sekitar 500 meter dari Benteng Tadu tampak kokoh Mercusuar dan
rimbunan pohon bakau dan setigi mengelilingi mercusuar.
Di situ juga
lautnya jernih dan warnah biru kehijauan, bila musim teduh banyak
nelayan yang datang memancing disana. Pasalnya ikan di sana jumlahnya
banyak dan ukuranya besar-besar. Para penduduk setempatnya
menyebutnya juga lokasi pemijahan ikan.
Sumber: Data Potensi dan Data Daya Dukung Kawasan Ekosistem (SKPD Bagian Administrasi ESDA, 2014)













