Benteng Patua berada di Desa Patua II Kecamatan Tomia. Jaraknya dari Desa Patua II 100 meter.
Lokasinya berada di perbukitan. Jalan masuknya berukuran 9000 cm, lalu belok dan jalanan rata yang berukuran 3500 cm. Kemudian menaiki tangga pendakian 3000 cm.
Sesampai di atas ada Lawa Liku Mbua di 05° 43.830’ LS dan 123°55. 679’ BT, lebarnya 220 cm, tebal 330 cm, dan tinggi 270 cm.
10 meter dari Lawa Liku Mbua menuju sebelah utara terdapat Lawa Ngkiao di 05° 45.727’ LS dan 123°40.821’ BT dengan tinggi 200 cm, lebar 106 cm, dan tebal 110 cm. Di sini ada juga lobang pengintaian.
Selanjutnya menuju ke bagian tengah akan menemukan jalanan rata 3500 cm, lalu pendakian 1500 cm. Di atas pendakian ada Kuburan Tua di 05° 43.809’ LS dan 123°55. 639’ BT dengan panjang 340 cm, lebar 250 cm, tinggi 170 cm berbahan batu kapur.
Selanjutnya ada bekas mesjid di 05° 43.811’ LS dan 123°55. 649’BT, lebarnya 830 cm, tinggi 260 cm, panjang 1430 cm, terbuat dari batu gunung dan batu kapur.
Di samping mesjid ada kuburan tua di 05° 43.820’ LS dan 123°55. 643’ dengan panjang 125 cm, lebar 157 cm, tinggi 49 cm. Di belakang mesjid ada jamban batu, yang disebut Jamba Katepi, lalu ada Lelea (Jalan seperti terowongan).
Benteng Patua merupakan salah satu benteng pertahanan dari musuh saat penjajahan Belanda.
Kondisi benteng saat ini cukup terawat dan sudah dilakukan upaya rekonstruksi.
Gerbang pintu masuk dibuat dengan cukup megah dan dilengkapi dengan lahan parkir kendaraan yang luas. Dari lokasi benteng ini dapat disaksikan hamparan panorama laut Banda yang cukup indah.
Sabtu, 25 September 2021
September 25, 2021
Kabar MEAKA
Benteng, Patua, Tomia, Wisata
No comments



0 comments:
Posting Komentar