Selasa, 10 Maret 2020

Ini bukan tentang novel Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, karya Dewi Lestari yang penuh konflik kehidupan yang mengaduk-aduk perasaan para pembacanya.

Tapi ini tentang penjelasan sains terkait sumber besi yang menuju bumi, menjadi material besi lalu dimanfaatkan di bumi. Maknanya adalah besi ternyata hasil impor dari bintang supernova.

Bintang mengalami supernova ketika suhu pada inti bintang tersebut bertambah hingga mencapai 100 miliar derajat celsius. Kemudian energi dari inti ini ditransfer menyelimuti bintang kemudian meledak dan menyebarkan gelombang kejut.

Gelombang kejut akan melontarkan material-material bintang ke ruang angkasa. Menariknya, material ledakan supernova ini, di antaranya dominan adalah besi yang selanjutnya menjadi sumber besi di bumi.

Inilah kemahakuasaan Allah yang menetapkan takdir bintang-bintang supernova ini untuk menjadi sumber-sumber produksi besi di alam raya.



Gambar dimodifikasi dari berbagai sumber

Peristiwa supernova, ternyata relevan dengan diksi dalam Al-Qur’an mengenai asal-usul besi sebagaimana disebutkan dalam salah satu surat-nya yang disebut Al-Hadîd (yang berarti besi).

Dalam ayat 25 surat tersebut, menyampaikan informasi yang memberikan tafsir keberadaan besi di bumi yang ditransfer dari luar ekosistem bumi.

Terkait siapakah tokoh sentral yang berhubungan dengan keterampilan pemanfaatan besi di bumi, seluruh Agama Samawi menunjuk pada satu nama, yakni Nabi Daud AS sebagai tokoh tukang besi atau pandai besi yang paling mahsyur di muka bumi ini.

Ini bukan berarti sebelum beliau, tidak ada pemanfaatan besi. Akan tetapi, kemahiran menempa besi untuk menjadi berbagai piranti perang, seperti senjata, baju besi, dan pendukung lainnya dikuasai dengan kemampuan yang canggih dan diperkenalkan oleh Nabi Daud AS.

Lalu apa hubungannya klaim sains ‘supernova’ dan kemahiran menempa besi Nabi Daud AS dengan Wakatobi?    

Kalau supernova menyatakan asal usul besi di bumi, dan Nabi Daud AS mengisahkan asal usul keterampilan menempa besi di bumi, maka Wakatobi menunjukkan negeri tukang besi di bumi ini.

Wilayah Wakatobi sebelumnya dikenal sebagai Liwuto Pataanguna atau Liwuto Pasi pada masa Kesultanan Buton, namun sejak Belanda memiliki pengaruh di Buton, gugusan kepulauan ini disebut dengan istilah Toekang Besi Eilanden atau Kepulauan Tukang Besi, dan selanjutnya diabadikan dalam berbagai peta bahkan sampai masa sebelum terbentuk Kabupaten Wakatobi.

Masyarakat Wakatobi mewarisi ‘gen’ besi tidak hanya dari kultur kepandaian besi yang berpusat di Binongko, lalu dipopulerkan oleh seorang Belanda yang bernama Hoger, tetapi juga masyarakat ini mewarisi gen dari Tulukabessi, Raja Hitu, seorang yang anti kolonialisme.

Oleh karena itu, masyarakat ini memiliki gen ‘supernova’, sebuah masyarakat yang memiliki sifat etos kerja yang kuat sebagaimana 'besi' dalam membangun negerinya, bahkan idealnya masyarakat ini adalah masyarakat yang sabar, tidak mudah ‘meledak’ (chaos) kecuali pada 'suhu yang sangat tinggi', yang mungkin penciriannya masih tersisa di Binongko yang bahkan secara turun temurun dicitrakan sebagai masyarakat yang agamis.

Tentang seberapa karakteristik Wakatobi dengan kandungan besi pada alamnya? Tentang seberapa nilai agamisnya masyarakat pulau ini mewarisi kesholehan Nabi Daud AS dan bacaan kitabnya yang indah? Tentu, tidak diungkap dalam tulisan ini. [MN]

0 comments:

Posting Komentar

Komentar

Profil Kabar MEAKA

https://www.kabar-meaka.blogspot.com/

Link Website Desa/Kelurahan Se-Wakatobi

Kec. Wangiwangi - Kec. Wangsel - Kec. Kaledupa - Kec. Kaledupa Selatan - Kec. Tomia - Kec. Tomia Timur - Kec. Binongko - Kec. Togo Binongko

Koroe Onowa - Longa - Maleko - Pada Raya Makmur - Patuno - Pookambua - Posalu - Sombu - Tindoi - Tindoi Timur - Waelumu - Waginopo - Waha - Wapia-Pia - Pongo - Waetuno - Wanci - Wandoka - Wandoka Selatan - Wandoka Utara - Kabita - Kabita Togo - Kapota - Kapota Utara - Komala - Liya Bahari Indah - Liya One Melangka - Liya Togo - Liyamawi - Matahora - Mola Bahari - Mola Nelayan Bakti - Mola Samaturu - Mola Selatan - Mola Utara - Numana - Wisata Kolo - Wungka - Mandati I - Mandati II - Mandati III - Ambeua Raya - Balasuna - Balasuna Selatan - Horuo - Kalimas - Lewuto - Mantigola - Ollo - Ollo Selatan - Samabahari - Sombano - Waduri - Ambeua - Buranga - Lagiwae - Laolua - Darawa - Kaswari - Langge - Lentea - Pajam - Peropa - Sandi - Tampara - Tanjung - Tanomeha - Kollo Soha - Lamanggau - Patua - Patua II - Runduma - Teemoane - Waitii - Waitii Barat - Onemay - Waha - Dete - Kahianga - Kulati - Timu - Wawotimu - Bahari - Patipelong - Tongano Barat - Tongano Timur - Jaya Makmur - Kampo-Kampo - Lagongga - Makoro - Palahidu Barat - Palahidu - Rukuwa - Taipabu - Wali - Haka - Oihu - Popalia - Sowa - Waloindi

Ikuti Kabar MEAKA di Facebook

Ikuti Kabar MEAKA di Twitter

Ikuti Kabar MEAKA di Youtube

Recent Post

Link Web Desa IDM Terbaik Nasional 2018

Ngroto - Gondang - Munggur - Ngringo - Sukosewu

Link Web Desa IDM Terbaik Sultra 2018

Banabungi - Lambandia - Waemputang